BUMDes

Program pelatihan untuk BUMDes telah dimulai

Lokadata.id bersama PT Djarum menyelenggarakan pelatihan untuk BUMDes yang dimulai pada Kamis (1/4/2021).

Konten Pemasaran
Program pelatihan untuk BUMDes telah dimulai
Tangkapan layar pelatihan perdana /

Badan Usaha Milik Desa alias BUMDes memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam sebuah desa, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia secara keseluruhan. Untuk itu, Lokadata.id bersama PT Djarum menyelenggarakan pelatihan untuk BUMDes yang dimulai pada Kamis (1/4/2021).

"Dengan adanya skill dan pengelolaan yang baik, tentu lebih menjamin keberhasilan BUMDes dalam perannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Purwono Nugroho, Public Affairs Senior Manager PT Djarum dalam acara pembukaan Pelatihan BUMDes.

Mengingat Indonesia masih dilanda pandemi COVID-19, program pelatihan ini dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom. Menurut Purwono, itu takkan jadi kendala selama ada kemauan belajar. "Semoga apa yang kita pelajari jadi manfaat yang maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kudus," ujar Purwono.

Secara total, ada enam BUMDes yang ikut dalam program pelatihan ini. Enam BUMDes ini berasal dari desa-desa yang terletak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yaitu Desa Kajar (BUMDes Mitra Sejahtera), Desa Karangampel (BUMDes Karisma), Desa Janggalan (BUMDes Jenggolo Makmur), Desa Jekulo (BUMDes Bumi Wangi), Desa Rejosari (BUMDes Berkah Makmur), dan Desa Glagah Kulon (BUMDes Maju Jaya).

"Besar harapan kami bahwa 6 BUMDes ini bisa jadi contoh. Saya berharap teman-teman BUMDes bisa mengikuti pelatihan ini sampai selesai, karena manfaatnya besar untuk rekan-rekan BUMDes," jelas Kepala Dinas PMD Kabupaten Kudus, Drs. Adi Sadhono Murwanto, MM.

Enam BUMDes ini akan mengikuti pelatihan dalam 4 modul yang akan berlangsung hingga akhir April. Ada pun pelatihan yang diadakan dalam hari pertama adalah membahas tentang Kelembagaan Bumdes menurut Peraturan Pemerintah No 11, tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.

Narasumber sekaligus pemateri dalam pelatihan kali ini adalah M. Muntoha, Tenaga Ahli Bidang Ekonomi Satuan Kerja P3MD, Kabupaten Kudus. Sementara, moderator digawangi oleh Eko Sujatmo dari Desa Lestari.

Sebelum paparan oleh Muntoha, Eko Sujatmo membuka pelatihan dengan menyatakan, semua pelatihan ini untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan desa.

"Semua desa sebenarnya memiliki kemampuan untuk mencapai kemandirian desa. Ini soal kemauan dan kemampuan saja," jelas Eko.

Kemudian, dengan detail dan gamblang selama sejam, Muntoha menjelaskan berbagai hal yang harus diketahui para peserta BUMDes, mulai dari tujuan, prinsip, fungsi, pertimbangan pendirian, anggaran, ketentuan nama, organisasi, hingga daftar jabatan dan wewenang masing-masing pejabat BUMDes.

"Secara kelembagaan, BUMDes tidak bisa dibubarkan. Yang bisa dibubarkan adalah usahanya. Agar BUMDes menjadi badan hukum, nanti bisa didaftarkan," jelas Muntaha.

"Dasar dari BUMDes adalah gotong royong. Nantinya, desa bisa mendirikan BUMDes bersama desa di luar kecamatan. Kalau memungkinkan, lintas provinsi pun bisa," lanjut Muntaha.

Setelah Muntaha menjelaskan tentang kelembagaan BUMDes, acara pelatihan berlanjut dengan sesi tanya jawab. Ada yang menanyakan soal mutlak atau tidaknya persentasi angka anggaran BUMDes, mengenai perizinan, hingga soal simpan pinjam.

Lalu, pelatihan dilanjutkan dengan panduan menggunakan Akademia untuk para peserta. Akademia adalah berbagai materi pelatihan daring oleh Lokadata.id yang bertujuan untuk membantu individu dan BUMDes mempersiapkan masa depan yang terus berkembang. Seperti program kuliah daring, tapi khusus untuk BUMDes.

Setelah itu, peserta diberi tugas untuk materi pemetaan potensi desa dan pemilihan jenis usaha. Tugas tersebut harus dikumpulkan untuk dibahas dalam Modul 2 yang akan diselenggarakan pada Selasa, 6 April 2021.

Baca Lainnya

Satu desa, empat agama
Desa

Satu desa, empat agama

Keragaman adalah fitrah nusantara. Desa Jrahi, Kecamatan Gunung Wungkal, Kabupaten Pati memberikan gambaran penting. Pemeluk agama dan aliran kepercayaan berdampingan dengan rukun, saling menghormati dan menghargai.

Islakhul Muttaqin

Menakar Kudus lewat IDM dan BUMDes
Desa

Menakar Kudus lewat IDM dan BUMDes

Sebuah upaya menggunakan data sebagai acuan pembuatan program kebijakan yang berkelanjutan, berdampak, dan terukur. Salah satu acuannya menggunakan IDM (Indeks Desa Membangun) dan survei lapangan. Kemudian hasilnya dijadikan bahan rekomendasi untuk program intervensi yang dibutuhkan.

Islahuddin