BUMDes

Memahami strategi dan teknis pengelolaan keuangan BUMDes

Pembukuan dan laporan yang disusun dengan baik juga bisa menjadi "senjata" BUMDes untuk meyakinkan para investor.

Konten Pemasaran
Memahami strategi dan teknis pengelolaan keuangan BUMDes
Tangkapan layar pelatihan modul keempat /

Apapun bentuk sebuah badan usaha, pengelolaan keuangan yang baik dan benar wajib hukumnya demi kelangsungan hidup badan usaha tersebut. Materi inilah yang kemudian jadi salah satu pokok pembahasan dalam Pelatihan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diadakan Lokadata.id, PT Djarum, dan Desa Lestari sejak awal April 2021.

Sejak awal pelatihan, para peserta diajak memahami kelembagaan BUMDes, memetakan potensi desa, dan melakukan rencana usaha. Pengelolaan Keuangan menjadi tema lanjutan yang dibahas pada modul keempat yang diadakan pada 27-28 April dan 4-5 Mei 2021.

Pematerinya adalah spesialis perencana bisnis komunitas, Mohamad Tamzil untuk pelatihan hari pertama dan kedua, serta spesialis keuangan dari Desa Lestari, Irena Nuraeni yang mengisi pelatihan hari ketiga dan keempat.

Seperti tiga modul sebelumnya, peserta berasal dari enam desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang dibagi menjadi dua sesi, yaitu pagi dan siang. Peserta berasal dari Desa Kajar (BUMDes Mitra Sejahtera), Desa Karangampel (BUMDes Karisma), Desa Janggalan (BUMDes Jenggolo Makmur), Desa Jekulo (BUMDes Bumi Wangi), Desa Rejosari (BUMDes Berkah Makmur), dan Desa Glagah Kulon (BUMDes Maju Jaya).

Modul keempat menjadi pelatihan paling teknis dalam Pelatihan BUMDes. Meski materi yang diajarkan cukup rumit, para peserta tampak antusias dalam mengikuti pelatihan yang juga diarahkan moderator Eko Sujatmo dari Desa Lestari.

"Saya pikir pelatihan ini akan memberikan banyak manfaat kepada kita semua. Belajar itu tidak mengenal tempat dan waktu. Yang kita dapat baru sebagian kecil. Kita ingin BUMDes bisa betul-betul memanfaatkan sumber dana, daya, dan potensi di desa agar bisa dikembangkan dan meningkatkan kesejahteraan kita semua," ujar Achmad Budiharto, Vice Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation.

Wajar jika peserta antusias, sebab penilaian kelayakan usaha, pembukuan dan laporan keuangan sangat penting bagi kelangsungan hidup sebuah badan usaha, termasuk BUMDes. Sebagai sebuah badan keuangan, BUMDes punya kewajiban untuk mengelola keuangan dengan baik dan benar.

Pada hari pertama dan kedua, Mohamad Tamzil mengulas perencanaan keuangan dan analisis kelayakan usaha tiap BUMDes yang ditinjau dari aspek keuangan. Menurut Tamzil, hal ini penting untuk meyakinkan para calon investor.

"Meyakinkan tidak cukup dengan lisan. Kenapa? Karena ini harus dipertanggung jawabkan secara hukum sesuai perundangan yang berlaku. Sehingga dokumen keuangan ini menjadi penting," jelas Mohamad Tamzil.

Kemudian, peserta dilatih untuk mengisi lembar analisa kelayakan usaha, diawasi oleh Tamzil dan Eko Sujatmo. Lembaran analisa tersebut terdiri dari biaya investasi, biaya tetap, biaya produksi, dan estimasi produk yang akan dibuat oleh BUMDes.

Berlanjut ke hari ketiga dan keempat, peserta dilatih untuk membuat pembukuan dan laporan keuangan oleh Irena Nuraeni.

"Secara umum, prinsip pembukuan keuangan BUMDes tak beda dengan badan usaha lain. Seluruh transaksi yang dilakukan harus dicatat oleh bendahara BUMDes pada buku-buku sesuai jenisnya," ujar Irena Nuraeni.

Pembukuan yang dilakukan dengan baik dan benar akan membuat BUMDes mengetahui faktor apa yang membuat mereka untung atau rugi saat mereka membuat laporan keuangan.

"Lembaga yang tak mencatat pembukuan, akan terkejut betapa banyak pengeluaran yang mereka lakukan. Dengan mencatat, kita akan meminimalisir kelebihan pengeluaran, serta akan lebih tertib dan disiplin terhadap anggaran," ujar Irena.

Dengan berakhirnya sesi keempat pada modul keempat, para peserta dari enam desa telah melengkapi semua pelatihan. "Banyak ilmu baru, dan aplikasi-aplikasi baru yang membantu kami sehingga mempermudah kami dalam menganalisa dan melakukan pertimbangan usaha. Semuanya diberikan sangat jelas sekali," ujar Muhamad Yusrul Hana dari BUMDes Karisma, Desa Karangampel.

"Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman BUMDes yang mengikuti serangkaian acara pelatihan ini. Harapannya, pelatihan ini dapat memberikan bekal yang cukup untuk dipraktekkan pada keseharian operasional BUMDes. Jika dikelola secara profesional, dari sisi kegiatan, transparansi, tentunya dengan pengelolaan yang baik akan menjamin keberhasilan dari BUMDes," ujar Purwono Nugroho, Public Affairs Senior Manager PT Djarum.

Purwono berharap, pelatihan ini tak menjadi yang terakhir. "Setelah Lebaran, akan kita selenggarakan lagi. Jika pandemi di Kudus tidak meningkat, kita bisa melakukan pelatihan lagi dengan bertatap muka," ia berjanji.

Baca Lainnya

Alpukat Muria, hasil pertanian Kudus yang kian menggeliat
Desa

Alpukat Muria, hasil pertanian Kudus yang kian menggeliat

Alpukat di kawasan lereng Muria, lambat laun menjadi produk andalan baru selain kopi di Kabupaten Kudus. Perawatan pohon cukup mudah dan hasilnya cukup menjanjikan. Masih ada pekerjaan rumah yang masih perlu dikerjakan, seperti penanaman yang lebih terkonsentrasi dan pencarian alternatif pemasaran.

Islakhul Muttaqin

Geliat dan peluang lain setelah sukses industri di Kudus
Desa

Geliat dan peluang lain setelah sukses industri di Kudus

Hampir 80 persen ekonomi Kabupaten Kudus ditopang industri pengolahan. Sektor lain bisa memanfaatkan hal itu dengan jeli melihat peluang dan pasar serta kerjasama antar industri besar, sedang, hingga skala mikro kecil menengah.

Afthonul Afif

Jambu citra, primadona pertanian Desa Menawan
Desa

Jambu citra, primadona pertanian Desa Menawan

Jambu citra menjadi andalan pertanian Desa Menawan, Kabupaten Kudus. Sekitar 25 ribu pohon jambu citra tumbuh di desa ini. Para petani di Menawan mulai berinisiatif untuk meningkatkan daya saing dan kualitas, sembari melepaskan diri dari sistem ijon

Islakhul Muttaqin